PPID Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia

Kementerian Pertanian Republik Indonesia

PPID Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia

Kementan luncurkan Agriculture War Room Berteknologi Modern




Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza, dan Wakil Ketua Komisi IV DPR Hasan Aminuddin melakukan soft launching Agriculture War Room (AWR).

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo memimpin secara langsung Soft Launching Agriculture War Room (AWR) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta.

Soft Launching AWR yang dilakukan Kementerian Pertanian ini, terkoneksi di seluruh Agricultural Operation Room (AOR) di Konstrawil dan Kostrada di seluruh Indonesia.

Upaya ini dilakukan dalam menetapkan gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KOSTRATANI) melalui penguatan fungsi, tugas, dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di kecamatan di seluruh Indonesia serta juga untuk menggerakkan seluruh stakeholder pertanian, guna tercapainya Kemandirian Pangan secara efektif dan efisien. Sistem ini nantinya akan digunakan sebagai pemicu tumbuh kembangnya produksi diatas angka rata-rata.

"Langkah awal ini berkaitan langsung dengan isi perut 267 juta orang. Dengan alat ini kami ingin pertanian ke depan lebih maju, lebih mandiri dan lebih modern untuk hasil yang memuaskan," ujar Syahrul Yasin Limpo. 

Melalui pemanfaatan citra satelit dari LAPAN, lanjut Mentan, berbagai informasi terkait kondisi pertanaman di lapangan bisa didapatkan hingga di tingkat desa atau kecamatan. “Misalnya saja hari ini akan turun hujan di mana saja, panennya seperti apa, kondisi di lapangan per kecamatan atau desa ini bisa dilihat. Misalnya lagi apakah sudah mulai tanam atau belum, berapa mesin alsintan yang jalan pada hari ini, dan data-data lainnya,” ujarnya.

Mentan menambahkan, sistem AWR sudah dirancang secara multiguna, terutama dalam memantau kondisi pertanian di tingkat Kecamatan dan Desa. Terlebih petani juga tidak perlu membeli drone untuk melaporkan sawahnya kepada Kementerian Pusat.

"Kita sudah punya alat ukurnya yang berbasis internet of think atau sudah menggunakan artificial intelligence. Namun, sejauh ini kami juga belum memutuskan apa-apa saja yang akan menjadi kebijakan secara utuh. Yang jelas saat ini kami masih mengawasi secara langsung di lapangan," ujarnya.

Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengapresiasi upaya Kementan dalam memajukan pertanian Indonesia. Menurutnya, inovasi yang diciptakan ini masuk kategori maju, mandiri dan modern.